7Langkah Pemasaran Online bisa Anda Pelajari Antara Lain: Memahami peran dan fungsi media digital Memetakan segmen market bisnis anda Memilih media digital yang tepat Mulai menerapkan Internet Marketing yang baik Membuat dan mendistribusikan content marketing Menggunakan iklan digital marketing Membangun database customer Darisini, dapat kita simpulkan bahwa pengertian digital marketing adalah strategi untuk mendapatkan konsumen dengan memanfaatkan berbagai perangkat (tools) digital berbentuk fisik maupun non-fisik. Ada beberapa kelebihan dari metode digital marketing dibandingkan pemasaran konvensional, di antaranya: 1. Hemat Biaya. Sehinggacalon customer hanya memilih kita dan tidak bisa memilih competitor. 3. Lakukan Yang SEGMENTED dan TARGETED Sehingga Lebih EFEKTIF dan EFISIEN, Bagaimana Kita Memilih DISPLAY, BROSUR, IKLAN. Dan jangan memBRANDING yang hanya banyak mengeluarkan UANG. 4. Vay Tiền Nhanh. Pada zaman yang serba digital seperti sekarang ini, internet marketing merupakan suatu ilmu yang wajib dipelajari bagi para pemilik bisnis maupun ahli marketing. Pada saat ini tanpa menggunakan internet marketing, kamu tidak akan bisa bersaing dalam dunia bisnis. Hal tersebut dikarenakan dengan menggunakannya, kamu akan bisa menarik banyak customer dalam waktu yang bisa dibilang cepat atau singkat. Pembahasan pada artikel kali ini sangat cocok bagi kamu yang masih pemula dalam pemasaran berbasis internet. Apa Itu Internet Marketing? Secara sederhananya internet marketing adalah salah satu jenis pemasaran yang memakai berbagai platform online atau yang terhubung dengan internet sebagai medianya. Rafi Mohammed et al 20024 menyatakan bahwa “Internet marketing is the process of building and maintaining customer relationship through online activities of facilitate the exchange of ideas, product, and service that satisfy the goals of both parties.” “Artinya Internet marketing adalah suatu proses membangun dan juga menjalin relasi dengan para pelanggan melalui kegiatan online untuk memfasilitasi pertukaran ide, produk, dan jasa dimana kepuasan menjadi tujuan dari keduabelah pihak.” Sedangkan Dave Chaffey et al 20006 menyatakan bahwa “Internet marketing is the application of the internet and related digital technologies to achieve marketing objective.” “Artinya Internet marketing adalah suatu aplikasi internet dan teknologi digital yang terkait untuk mencapai tujuan pemasaran.” Oke, dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa internet marketing adalah suatu proses yang memakai internet dan sejenis teknologi digital dalam bidang pemasaran untuk membangun relasi dengan para customer dan menawarkan produk barang atau jasa guna untuk memuaskan kebutuhan customer. Manfaat / Keuntungan Internet Marketing Apabila dibandingkan dengan marketring secara konvensional, internet marketing ini mempunyai manfaat atau keuntungan tersendiri baik itu bagi konsumen maupun bagi para pelaku usaha atau marketers. Berikut ini merupakan beberapa manfaat atau keuntungan dari internet marketing. Bagi Konsumen Berikut ini merupakan beberapa manfaat atau keuntungan pemasaran melalui internet yang dapat dirasakan oleh konsumen. 1. Convenient Convenient disini maksudnya adalah konsumen atau pelanggan tidak perlu lagi harus terjebak kemacetan, susah payah menemukan tempat parkir, dan berjalan kaki melalui banyak toko untuk dapat menemukan produk. Dalam hal ini konsumen atau pelangga dapat membandingkan merek, membandingkan harga, dan dapat memesan produk 24 jam sehari dari lokasi manapun selama terhubung dengan internet. 2. Easy and Private Dalam hal ini konsumen akan sangat dimudahkan, karena bisa melakukan transaksi kapan pun dan dimana pun selama terhubung dengan internet. Selain itu konsumen juga akan menghadapi sedikit perselisihan dalam transaksi dan tidak perlu untuk menghadapi penjual atau membuka diri terhadap bujukan maupun hubungan emosional. 3. Information Dengan melalui jaringan internet para konsumen akan mampu mendapatkan akses terhadap perbandingan informasi yang berlimpah tentang perusahaan dan juga produk. 4. Interactive and Immediate Maksudnya adalah para konsumen dapat melakukan interaksi dengan situs penjual untuk dapat menemukan berbagai informasi yang tepat tentang produk atau layanan yang mereka inginkan, kemudian memesan atau mendownloadnya secara langsung. Bagi Pelaku Bisnis atau Marketers Berikut ini merupakan beberapa manfaat atau keuntungan pemasaran dengan melalui internet yang dapat dirasakan oleh pelaku bisnis atau marketers. 1. Mempunyai Jangkauan Luas Kamu bisa membayangkan pada saat media pemasaran hanya terbatas pada media cetak, radio dan televisi. Walaupun ketiga media tersebut banyak diminati oleh orang, akan tetapi target konsumen atau audiens belum tentu menyimak promosi yang kamu buat. Pada saat sekarang ini, hampir semua orang memakai internet untuk berbagai macam kebutuhan, mulai dari belanja sampai dengan melakukan investasi. Selain itu, promosi yang sudah kamu buat ini dapat diakses oleh audiens selama 24 jam. Hal tersebut tentu saja orang dengan jam produktif yang berbda – beda pun dapat melihat promosi yang sudah kamu buat. Dengan demikian jangkauan audiens kamu akan semakin luar, dan tentu saja bisnis yang kamu jalani akan semakin berkembang. 2. Alat yang Bagus Membangun Hubungan Perlu diketahui bahwa pemasaran dengan melalui internet ini merupakan suatu alat yang bagus untuk dapat membangun hubungan dengan para calon konsumen dan pelanggan tetap. Hal tersebut dikarenakan perusahaan dapat melakukan interaksi dengan para audiens untuk dapat mempelajari tentang kebutuhan dan keinginan mereka yang lebih spesifik. Selain itu juga untuk membangun database konsumen. Apabila perusahaan mampu membangun database konsumen, maka pemasaran yang dilakukan akan semakin tepat sasaran atau efektif. 3. Membutuhkan Biaya yang Tidak Terlalu Besar Apabila dibandingkan dengan melakukan pemasaran di televisi, baliho, dan radio, internet marketing ini bisa dibilang tidak membutuhkan modal atau biaya yang besar. Hal tersebut dapat dibuktikan yang dilakukan dari sebuah riset bahwa internet marketing ini mampu menekan anggaran sebesar 40%. Oleh karena itu setiap pelaku usaha baik itu kecil, menengah, maupun besar mampu mempromosikan bisnisnya. 4. Audiens Lebih Tertarget Relevan Ketika kamu melakukan promosi secara konvensional, kamu tidak dapat mengetahui performa promosi dan juga kualitas para audiens nya. Hal tersebut dikarenakan para audiens televisi, radio, koran, dan baliho terlalu luas. Tentu saja hal tersebut tidak efektif atau kurang tertarget. Akan tetapi dengan menggunakan pemasaran melalui internet kamu bisa membidik dan mampu menghasilkan audiens yang relevan dengan produk yang kamu tawarkan. Misalnya saja dengan menggunakan social media marketing, kamu bisa melakukan targeting audiens mulai dari uisa, minat, lokasi, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan produk yang kamu tawarkan. 5. Performa Mudah Diukur Seperti yang sudah sedikit disinggung pada poin 4 sebelumnya, bahwa promosi dengan menggunakan internet ini lebih mudah untuk diukur performanya atau efektivitasnya. Dengan melakukan pemasaran konvensional kamu tidak bisa mengetahui seberapa besar pengaruh promosi yang kamu buat terhadap audiens. Akan tetapi jika kamu melakukan pemasaran online, kamu bisa dengan mudah mengukur efektivitas atau performa dari promosi yang kamu buat. Hal tersebut dikarenakan setiap tools atau platform yang kamu gunakan dalam melakukan pemasaran online sudah dilengkapi dengan fitur untuk melakukan analisis. Misalnya saja Facebook Ads, yang sudah dilengkapi dengan fitur analitik yang bisa memungkinkan kamu untuk memonitor berbagai metrik pemasaran seperti views, click through rate CTR, dan lain sebagainya. Berdasarkan yang disampaikan oleh Rafi Mohammed 20034 terdapat beberapa komponen yang ada di dalam internet marketing, yaitu sebagai berikut. 1. Proses Sama seperti program pemasaran konvensional, pemasaran dengan melalui internet juga melibatkan suatu proses. Berikut ini merupakan 7 tahapan dari proses internet marketing atau pemasaran online. Membentuk peluang pasar. Menyusun strategi pemasaran. Merancang pengalaman konsumen. Membangun hubungan antarmuka dengan konsumen. Merancang program pemasaran. Meningkatkan informasi konsumen melalui teknologi. Mengevaluasi hasil internet marketing secara keseluruan. 2. Membangun dan Mempertahankan Hubungan dengan Konsumen Membangun dan juga mempertahankan hubungan dengan calon konsumen dan pelanggan setia adalah tujuan dari pemasaran. Dalam hal ini terdapat 3 tahapan hubungan dengan pelanggan, yaitu sebagai berikut Awareness Exploration Commitment Perlu diketahui bahwa program pemasaran bisa dikatakan sukses jika mampu mengarahkan calon konsumen sampai pada tahapan komitmen pada perusahaan penjualan / pelanggan setia. 3. Online Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa internet marketing merupakan pemasaran yang dilakukan melalui jaringan internet. Artinya pemasaran ini dilakukan dalam jaringan internet atau online. Apabila tidak terdapat jaringan internet, maka tidak akan bisa melakukan internet marketing. 4. Pertukaran Dampak atau hasil yang diharapkan dari pemasaran dengan melalui internet adalah adanya pertukaran baik itu pertukaran informasi maupun pertukaran antara uang dengan produk penjualan. 5. Pemenuhan Kepuasan Kebutuhan Dengan melakukan pemasaran online, pemenuhan kepuasan kebutuhan kedua belah pihak akan lebih cepat terpenuhi. Bagi perusahaan yang memakai pemasaran online dapat menggapai tujuan perusahaan seperti meningkatkan pendapatan, pangsa pasar semakin luas, dan lain sebagainya. Bagi konsumen dapat terpenuhinya kebutuhannya seperti memperoleh informasi dengan lebih cepat. Tahapan Internet Marketing Perlu kamu ketahui bahwa internet marketing mempunyai banyak teori dan model. Salah satunya adalah apa yang disampaikan oleh Rafi Mohammed et al 20039 yaitu teori seven stage of internet marketing. Dalam teori ini dijelaskan bahwa terdapat 7 tahapan internet marketing, yaitu sebagai berikut. Tahap 1 Farming the Market Opportunity Pada tahap pertama dalam internet marketing ini meliputi analisis peluang pasar dan mengumpulkan data baik itu secara online maupun offline dengan tujuan untuk membentuk atau menciptakan peluang pasar. Terdapat beberapa langkah atau tahapan yang dapat dilakukan untuk membentuk atau menciptakan peluang pasar, yaitu sebagai berikut. 1. Investigate Opportunity in an Existing of New Value System Langkah atau tahapan yang pertama yaitu melakukan identifikasi atau menyelidiki peluang yang ada pada nilai sistem, baik sistem yang sudah ada berjalan atau sistem yang baru. Pada tahapan ini dilakukan identifikasi secara luas daerah mana yang sekiranya akan dimasuki oleh perusahaan baru untuk memulai bisnisnya atau perusahaan lama untuk bisa melakukan ekspansi. Selain itu, peluang apa saja yang bisa didapatkan untuk memungkinkan perusahaan masuk ke pasar. 2. Identify Unmet of Underserve Customer Needs Tahapan selanjutnya adalah melakukan identifikasi mengenai kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi. Pada tahapan ini dituntut adanya inovasi dalam menciptakan nilai baru yang didasarkan pada pemenuhan kebutuhan calon konsumen pelanggan yang lebih baik. Perlu diingat bahwa para pelanggan bisa saja berpindah atau beralih ke produk barang dan/atau jasa perusahaan lain jika perusahaan tidak mampu memenuhi kebutuhan dan mengkomunikasikan nilainya secara efektif kepada pelanggan. Kunci pada tahapan ini adalah melakukan identifikasi salah satu dari kebutuhan yang tidak terpenuhi atau kebutuhan yang sudah terpenuhi namun dengan menggunakan cara yang lebih baik. 3. Determine Target Customer Segments Segmentasi pasar adalah proses pengelompokkan para pelanggan dengan didasarkan pada kesamaan yang ada pada mereka. Tujuan dari dilakukannya segmentasi pasar yaitu untuk melakukan identifikasi kombinasi dan berbagai variabel pasar yang akan menghasilkan pengelompokkan konsumen yang actionable dan meaningful. Dalam hal ini perusahaan perlu untuk mengetahui beberapa hal, yaitu Konsumen yang menjadi targetnya. Penawaran menarik yang akan diberikan kepada konsumen. Dan berbagai batasan yang harus dilewati perusahaan untuk mengajak para konsumen ikut serta dalam penawarannya. Terdapat beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk dapat menentukan segmentasi pasar, yaitu sebagai berikut. Jenis Segmentasi Keterangan Contoh Variabel Geografis Membagi target pasar ke dalam beberapa unit – unit geografis. Negara Kota Wilayah area ISP domain Dan lainnya Demografis Membagi target pasar berdasarkan pada berbagai nilai demografis. Umur Jenis kelamin Pekerjaan Etnis Pendapatan Status keluarga Taraf hidup Jenis browser Dan lainnya Firmografis Membagi target pasar berdasarkan pada variabel perusahaan yang detail atau spesifik. Jumlah karyawan Ukuran perusahaan Dan lainnya Perilaku Membagi target pasar berdasarkan pada perilaku konsumen dalam membeli dan juga menggunakan produk. Belanja offline atau online Belanja di marketplace Belanja di media sosial Belanja di website Dan lainnya Peristiwa Situasi Membagi target pasar dengan berdasarkan pada situasi yang mampu menghasilkan adanya kebutuhan, pembelian, atau pemakaian produk. Peristiwa rutin Peristiwa khusus Dan lainnya Psikografi Membagi target pasar dengan berdasarkan pada gaya hidup atau kepribadian konsumen. Gaya hidup Kepribadian Affinity Dan lainnya Manfaat Membagi target pasar berdasarkan pada manfaat atau kualitas yang dicari konsumen dari sebuah produk. Fungsi Kenyamanan Ekonomis Kualitas Dan lainnya 4. Assess Resource Requirments to Deliver the Offering Tahapan atau langkah yang keempat adalah menilai sumber daya yang diperlukan untuk memberikan penawaran. Pada tahapan keempat ini, perusahaan perlu melakukan identifikasi sumber daya yang mampu ditawarkan kepada para pelanggan serta teknologi yang diperlukan untuk dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan. Sumber daya yang berasal dari perusahaan terdiri dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut. Customer Facing Resources Sumber daya perusahaan ini terdiri dari brand name, sales force yang terlatih dengan baik, dan berbagai macam saluran distribusi. Internal Sumber daya perusahaan ini berhubungan dengan operasi internal perusahaan seperti teknologi, skala ekonomi, sumber daya manusia yang berpengalaman, dan pengemangan produk. Upstream Sumber daya perusahaan yang satu ini berkaitan dengan hubungan atau relasi perusahaan dengan para supplier atau pemasoknya. 5. Assess Competitive, Technology, and Financial Attractiveness of Opportunity Tahapan yang kelima adalah melakukan penilaian mengenai kekuatan persaingan, teknologi, dan keuangan perusahaan terhadap peluang. Terdapat beberapa faktor yang bisa dipakai perusahaan untuk melakukan penilaian peluang, yaitu sebagai berikut. Competitive Intensity Dalam setiap industri tentu saja perusahaan banyak menghadapi persaingan maupun ancaman dari para pesaingnya. Dalam hal ini perusahaan harus bisa melakukan beberapa analisis dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh para pesaingnya dalam industri yang sama. Customer Dynamics Sangat penting bagi perusahaan untuk selalu melakukan analisa pada setiap perubahan yang berkaitan dengan pelanggan. Hal tersebut dikarenakan sifat pelanggan yang dinamis menjadi salah satu tolak ukur dalam mengembangkan perusahaan. Jika perusahaan mampu memanfaatkannya dengan cara memenuhi setiap kebutuhan dari para pelanggan, maka perusahaan akan dimudahkan dalam pengembangan yang lainnya. Technology Vulneralbility Perkembangan teknologi yang semakin maju dari waktu ke waktu harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam melihat apa yang bisa dimanfaatkan dalam mengembangkan potensi yang ada dalam perusahaan. Artinya perusahaan harus mampu membuat penilaian tingkat tinggi dalam konsep yang rentan terhadap trend teknologi, sebagai penetrasi peluang teknologi dan dampak teknologi baru dalam memberikan nilai value. Microeconomics Dalam hal ini perusahaan perlu memperkirakan level dari peluang keuangan. Penilaian terhadap peluang keuangan perusahaan ini dapat dilihat melalui ukuran atau volume pasar dan profitability. 6. Conduct Go / No Go Assesment Pada tahapan terakhir ini dibahas tentang pengambilan keputusan akhir berdasarkan pada setiap peluang yang ada yang berhasil dianalisis oleh perusahaan. Peluang tersebut nantinya akan dijadikan sebagai tolak ukur atau landasan apakah go or no go bagi perusahaan untuk menerapkan e-marketing or internet marketing. Dalam menentukan keputusan akhir apakah go or no go terdapat 3 parameter tolak ukur, yaitu sebagai berikut Faktor Positif Adalah faktor yang mendukung bagi terselenggaranya internet marketing. Faktor Netral Adalah faktor yang berada di antara faktor positif dan negatif, akan tetapi lebih cenderung pada faktor yang mendukung atau positif. Faktor Negatif Adalah faktor yang kurang mendukung bagi terselenggaranya internet marketing. Tahap 2 Formulating the Market Strategy Setelah tahapan sebelumnya sampai pada tahapan mengambil keputusan go or no go, maka tahapan yang kedua ini adalah menentukan strategi internet marketing. Pada tahapan ini terdapat 3 komponen utama yaitu segmentation, targeting, dan positioning. Tahapan ini juga kemudian di dukung oleh program pemasaran yang melibatkan putusan yang berhubungan dengan marketing mix bauran pemasaran yang terdiri dari price, product, promotion, dan distribution. 1. Segmentation Pada tahap pertama tepatnya di determine target customer segments, sudah dibahas tentang segmentasi pasar. Perlu diketahui, untuk segmentasi ini terdapat 4 kemungkinan, yaitu sebagai berikut. No Change No change merupakan kemungkinan yang memperlihatkan hasil yang sama setelah dilakukannya internet marketing online dengan pemasaran offline dan tidak menunjukkan segmen baru yang signifikan. Selain itu ukuran segmentasi pasar secara online masih tetap sama seperti segmentasi pasar secara offline. Market Expansion Market expansion merupakan kemungkinan dimana setelah dilakukannya internet marketing, karakteristik segmentasi pasar masih sama seperti pemasaran offline, namun ukuran segmentasi pasar mengalami perubahan. Market Reclassification Market reclassification merupakan kemungkinan dimana setelah dilakukannya internet marketing, karakterisitik segmentasi pasar mengalami perubahan, namun ukuran segmentasi pasar tidak mengalami perubahan yang signifikan dari pemasaran offline. Reclassified Expansion Reclassified expansion merupakan kemungkinan dimana setelah melakukan internet marketing, karakteristik segmentasi pasar dan ukuran segmentasi mengalami perubahan yang signifikan. 2. Targeting Perlu diketahui bahwa dalam menentukan target segmentasi pasar, terdapat 4 skenario berbeda, yaitu sebagai berikut. Blanked Targeting Dalam hal ini karakteristik segmentasi internet marketing tidak mengalami perubahan dari segmentasi pemasaran offline. Akan tetapi segmentasi pemasaran online semakin luas, misalnya seperti meningkatnya jangkauan geografis. Beachhead Targeting Segmentasi pemasaran online lebih kecil daripada segmentasi pemasaran offline, yang mungkin saja mewakili suatu kelompok rasa atau selera yang lebih fokus. Hal tersebut mungkin saja terjadi, apabila hanya sebagian dari konsumen yang mengakses internet untuk melakukan pembelian. Bleed Over Targeting Pada skenario bleed over targeting ini dijelaskan bahwa target segmentasi pemasaran online meliputi sebagian dari segmentasi pemasaran offline. Selain itu juga memasukkan segmentasi baru yang belum ada sebelumnya pada pemasaran offline. Segmentasi yang ditargetkan ini mencakup individu – individu yang diabaikan sebelumnya pada pemasaran offline, tetapi menjadi target karena sistem pemasaran online menawarkan hal yang menarik bagi konsumen tersebut. New Opportunity Targeting Pada skenario new opportunity targeting ini dijelaskan bahwa target segmentasi pemasaran online berbeda tidak ada yang sama dari target segmentasi ketika perusahaan menjalankan pemasaran secara offline. Apabila skenario targeting ini dipilih, artinya perusahaan sudah mempunyai produk yang berbeda dengan produk yang dipasarkan secara offline. 3. Positioning Skenario dari pendekatan positioning yang didasarkan pada pilihan skenario targeting dibagi menjadi 4, yaitu sebagai berikut. Tahap 3 Designing the Customer Experience Tahap internet marketing yang ke 3 adalah designing the customer experience. Pengalaman pelanggan atau customer experience adalah persepsi dan juga interpretasi yang ditargetkan terhadap konsumen pada berbagai rancangan yang dialami ketika melakukan interaksi dengan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan perlu memahami jenis pengalaman pelanggan yang harus dihasilkan untuk dapat memenuhi peluang pasar. Dalam mendesain pengalaman pelanggan ini, terdapat 3 tahapan yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut. 1. Functionality Pada tahapan yang pertama ini perusahaan dituntut untuk dapat membuat dan memastikan situs yang dibuat akan bekerja dengan baik. Pada tahapan ini terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan untuk membuat situs bekerja dengan baik, yaitu sebagai berikut. Usability and ease of navigation Hal ini dapat diukur dari seberapa baik suatu situs web dalam mengantisipasi berbagai kebutuhan pemakai yang dipengaruhi oleh berbagai elemen seperti load speed, struktur halaman, dan desain grafiknya. Speed Speed ini berhubungan pada waktu yang diperlukan untuk dapat menampilkan suatu halaman website pada layar pemakai. Realibility Mencerminkan tingkat dimana suatu situs wen mengalami periode downtime atau waktu ketika pengunjung tidak bisa mengakses web tersebut karena adanya pemeliharaan yang direncanakan atau kerusakan sistem. Security Security ini berkaitan dengan apakah suatu website aman, apakah data pribadi pengguna terjaga dengan baik, dan mampukah website tersebut dipercaya apabila pengguna menyerahkan informasi penting seperti password, username, dan lain sebagainya. Perlu kamu ketahui bahwa pada saat kenyamanan dan juga keamanan dikombinasikan, maka akan menghasilkan pengalaman pelanggan yang ditingkatkan. Media Accessibility Berkaitan dengan kemampuan situs website dalam mengambil data dari berbagai platform media. 2. Intimacy Pada tahapan ini perusahaan berupaya untuk membuat para pelanggan merasa bahwa perusahaan sudah sangat memahami kebutuhan dan keinginan mereka. Terdapat beberapa hal yang dapat membuat para pelanggan semakin dekat dengan perusahaan, yaitu sebagai berikut. Customization Customization ini berkaitan dengan kemampuan suatu situs web untuk merubah dirinya sendiri sesuai dengan kinginan dari setiap pengguna. Customization yang dilakukan atau dikelola oleh pihak perusahaan disebut dengan tailoring. Sedangkan customization yang dilakukan atau dikelola oleh pengguna disebut dengan personalization. Communication Communication disini berkaitan dengan percakapan atau dialog yang terjadi antara situs web dengan penggunanya. Dalam hal ini terdapat beberapa communication yang dapat terjadi, yaitu Communication yang terjadi dari perusahaan ke pengguna seperti notifikasi email. Communication dari pengguna ke perusahaan seperti permintaan customer service. Communication yang terjadi secara 2 arah, seperti instant messaging. Clearly Dalam hal ini komunikasi yang baik membutuhkan suatu pencapaian yang tinggi pada pihak online vendor. Consistency Consistency ini berkaitan dengan tingkat pengalaman pelanggan pada suatu situs web dapat berulang terus dari waktu ke waktu. Trustworthiness Berkaitan dengan tingkat kepercayaan yang diberikan oleh para pelanggan atau pengguna terhadap situs web, salesperson, dan perusahaan. Exceptional Value Berkaitan dengan penawaran nilai tambah lain yang ditawarkan oleh perusahaan, sehingga pelanggan tersebut tidak akan mudah dibujuk oleh perusahaan lain. Shift Consumption to Leasure Activity Berkaitan dengan para pelanggan yang sudah tidak lagi merasa bahwa mengunjungi website sebagai suatu tugas atau beban, melainkan sebagai kunjungan untuk kesenangan. 3. Evangelism Pada tahapan ini perusahaan mampu membuat para pelanggan menjadi penyebar informasi tentang situs perusahaan. Artinya secara tidak langsung para pelanggan mempromosikan perusahaan kepada relasi, kerabat, dan orang – orang yang berada di sekitarnya. Pada tahapan akhir ini, para pelanggan berperan sebagai para pewarta. Hal tersebut karena para pelanggan sudah terinternalisasi akan pengalamannya sehingga mereka tidak sabar untuk berbagai cerita dengan orang lain. Tahap 4 Crafting the Customer Interface Tahap internet marketing yang ke 4 adalah crafting the customer interface. Interface adalah suatu representasi virtual dari pemilihan nilai proposisi suatu perusahaan. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa internet pada saat ini sudah mengubah tempat pertukaran dari marketplace seperti interaksi face to face menjadi marketspace seperti transaksi screen to face. Perbedaan utama dari sifat hubungan pertukaran tersebut pada saat ini ditengahi oleh interface teknologi. Dengan adanya perpindahan yang terjadi dari hubungan antarmuka people mediated menjadi technology mediated, terdapat beberapa pertimbangan perancangan interface. Dalam melakukan perancangan interface yang baik dapat menggunakan kerangka kerja 7C 7C’s frameworks. Kerangka kerja 7C ini merupakan cara untuk melakukan identifikasi perancangan tampilan utama yang dihadapi pada saat mengimplementasikan model bisnis. Berikut ini merupakan elemen – elemen dari kerangka kerja 7C. 1. Context Dalam hal ini suatu halaman website haruslah mampu menangkap estetika dan mempunyai fungsi untuk melihat dan merasakan. Terdapat beberapa situs website yang menitikberatkan fokus utamanya pada penampilan grafik, warna, dan desain yang menarik. Ada pula yang sudah menekankan pada berbagai tujuan yang bisa bermanfaat, seperti membuat navigasi. 2. Content Konten dalam hal ini dapat diartikan sebagai semua hal yang mempunyai sifat digital dalam sebuah situs web. Tentunya media ini dapat berupa teks, video, audio, gambar, ataupun grafik yang mampu menyampaikan pesan dengan sebaik mungkin. 3. Community Dalam hal ini komunitas merupakan ikatan hubungan yang terjadi antara sesama pelanggan karena mempunyai ketertarikan yang sama terhadap sesuatu. 4. Customization Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa customization dalam hal ini merupakan kemampuan dari suatu situs dalam memberikan bentuk yang berbeda untuk setiap konsumen. Atau mampu memberikan kebebasan kepada konsumen untuk membuat personalisasi dalam website. 5. Communication Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa komunikasi ini berkaitan dengan percakapan atau dialog yang terjadi antara situs web dengan penggunanya. 6. Connection Connection adalah kemampuan situs web untuk berpindah dari suatu webpage ke webpage yang lainnya atau website lainnya dengan onclick baik pada teks, gambar, atau toolbars. 7. Commerce Commerce adalah kemampuan dari situs web dalam melakukan suatu transaksi yaitu dengan adanya fitur shopping charts, pilihan pembayaran, pemeriksaan, konfirmasi pesanan, pengiriman, dan lain sebagainya. Tahap 5 Designing the Marketing Program Tahap internet marketing yang ke 5 adalah designing the market program. Setelah melalui tahap 1 sampai dengan 4 seharusnya perusahaan sudah mempunyai arah strategi yang jelas. Pada tahapan ke-5 ini perusahaan melakukan perancangan program pemasaran atau mendesain serangkaian tindakan pemasaran. Hal tersebut dengan tujuan untuk memindahkan target konsumen dari mempunyai kesadaran awareness terhadap produk menjadi komitment. Dalam hal ini terdapat beberapa hubungan antara perusahaan dengan pelanggan, yaitu sebagai berikut. Awareness Tahap kesadaran ini merupakan tahapan dimana pelanggan mempunyai informasi dasar, pengetahuan, atau pandangan mengenai perusahaan atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan, namun belum mulai melakukan komunikasi dengan perusahaan. Exploration Tahap eksplorasi ini adalah tahapan dimana pelanggan mulai melakukan komunikasi dan tindakan yang memungkinkan keberlanjutan hubungan yang lebih dekat. Dalam hal ini pelanggan mulai tertarik untuk menjelajahi website perusahaan atau media penjualan lainnya yang digunakan oleh perusahaan untuk mencari informasi. Commitment Pada tahapan komitmen ini melibatkan adanya tanggung jawab atas produk ataupun perusahaan. Pada saat pelanggan mempunyai komitmen, maka pelanggan akan secara berkala mengakses website perusahaan dan memberikan pandangan serta sikap yang menggambarkan loyalitasnya. Dissolution Tahapan pemutusan hubungan ini muncul pada saat satu atau kedua belah pihak memutuskan hubungan. Internet Marketing Mix Internet marketing mix mempunyai 6 kelas lever yaitu product, pricing, communication, community, distribution, dan branding. Ke-6 kelas lever tersebut dapat dipakai untuk menciptakan kesadaran, eksplorasi, dan diharapkan pelanggan mempunyai komitmen terhadap penawaran perusahaan. 1. Product Produk adalah jasa atau barang fisik yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam membangun hubungannya dengan pelanggan, perusahaan bisa memakai berbagai produk lever untuk membangun awareness. Performa layanan yang baik dapat memungkinkan para pelanggan untuk melakukan eksplorasi hubungan yang lebih dalam. Dan penawaran yang dikustomisasi memungkinkan dapat memperkuat komitmen pelanggan terhadap perusahaan. 2. Pricing Price adalah sejumlah nilai yang harus dibayarkan oleh pelanggan untuk mendapatkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Dalam hal ini terdapat berbagai pricing lever yang bisa dipakai oleh perusahaan dalam strategi penentuan harga produk yang ditawarkannya. Pricing lever ini bisa dipakai perusahaan untuk membawa pelanggan melalui 4 tahap dalam hubungannya dengan pelanggan. 3. Communication Komunikasi disini maksudnya adalah sebuah aktivitas menginformasikan kepada satu atau lebih kelompok target pasar tentang perusahaan dan juga produk yang ditawarkannya. Dalam hal ini komunikasi mencakup semua jenis komunikasi perusahaan dengan para pelanggannya termasuk internet marketing. Komunikasi ini dapat membuat para target pasar perusahaan menjadi aware dengan berbagai penawaran perusahaan. Selain itu juga mampu mendorong pada tahapan exploration, commitment, dan dissolution. 4. Community Komunitas adalah sebuah kumpulan berbagai hubungan yang terhubung dan terbentuk karena adanya suatu kesamaan minat. Dalam hal ini komunitas dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk membangun awareness, exploration, dan commitment. 5. Distribution Distribution adalah perantara perusahaan untuk memastikan bahwa informasi atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan bisa sampai kepada para pelanggan. Dalam hal ini luasnya cakupan saluran distribusi, dan juga pengiriman pesan dari berbagai saluran, akan berdampak pada awareness pelanggan dan semakin besarnya potensi untuk exploration terhadap perusahaan dan produknya. 6. Branding Dalam hal ini branding mempunyai 2 peranan dalam strategi pemasaran. Pertama, branding adalah hasil atau keluaran dari kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. Perlu diketahui bahwa program pemasaran dapat mempengaruhi bagaimana konsumen dalam menilai brand, dan nilainya. Kedua, branding adalah bagian dari setiap strategi pemasaran. Branding lever bekerja sama dengan lever pemasaran lainnya untuk menghasilkan pelanggan bagi perusahaan. Marketspace Matrix Marketspace matrix adalah suatu alat yang dapat dipakai untuk merancang berbagai kombinasi kegiatan marketing mix dengan tujuan untuk membuat para pelanggan awareness menjadi commitment. Tahap 6 Leveraging Customer Information Through Technology Tahap internet marketing yang ke 6 adalah leveraging customer information through technology. Pada tahapan ini perusahaan bisa menggunakan bantuan teknologi untuk memperoleh, menganalisa, dan juga memanfaatkan informasi tentang pelanggan. Dengan demikian, perusahaan akan lebih memahami dan juga mengenal para pelanggannya untuk dapat mengetahui apa yang dibutuhkan oleh mereka. Hal tersebut dapat diketahui dengan melakukan beberapa hal, yaitu sebagai berikut. 1. Marketing Research Marketing reasearch ini adalah alat yang dapat digunakan untuk membantu perusahaan untuk dapat memahami dan juga memenuhi keinginan dan kemauan dari para pelanggan. Yang dimana dengan melakukan marketing research ini perusahaan dapat memperoleh informasi tentang kualitas dan juga manfaat dari produk atau layanan yang diperlukan pelanggan. 2. Database Marketing Dalam hal ini database marketing sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengetahui berbagai hal yang berkaitan dengan pelanggan. Dengan melakukan analisa pada informasi ini, perusahaan akan dapat memperkirakan respon pelanggan pada berbagai penawaran tertentu. Selain itu, perusahaan juga akan mampu membuat berbagai keputusan pemasaran yang didasarkan pada respon yang diharapkan. 3. Customer Relationship Management Customer relationship management CRM adalah alat yang dapat digunakan untuk menetapkan profitabilitas jangka panjang dari pelanggan dam memelihara pelanggan yang loyal terhadap perusahaan. Dalam hal ini informasi pelanggan adalah kekuatan dan sistem informasi pelanggan mampu membuat perusahaan meningkatkan kekuatan tersebut. Tahap 7 Evaluating Marketing Program Tahap internet marketing yang terakhir adalah evaluating marketing program. Pada tahapan terakhir ini perusahaan melakukan evaluasi pada semua program marketing yang sudah dilakukannya apakah mencapai sasaran atau belum. Untuk dapat melakukan evaluasi terhadap hasil internet marketing, perusahaan dapat menggunakan marketing metrics framework yang terdiri dari Financial Metrics Metrics ini digunakan untuk mengukur hasil dari bottom line dan berada pada tingkatan atau level yang paling menyeluruh. Financial matrics ini terdiri dari beberapa pengukuran yaitu sales, revenue, gross margin, profits, dan marketing spend. Customer Based Metrics Metrics ini digunakan untuk melihat kinerja pemasaran dalam membangun asset berbasis pelanggan yang mampu memberikan hasil finansial. Customer based metrics ini berkaitan dengan tahapan hubungan dengan para pelanggan yaitu awareness, exploration, commitment, dan dissolution. Implementation Metrics Implementation metrics ini digunakan untuk melihat seberapa efektif dan baiknya kinerja dari berbagai elemen dalam program marketing dalam membangun asset berorientasi pelanggan. Strategi Internet Marketing Dalam melakukan internet marketing atau pemasaran secara online, kamu dapat menerapkan beberapa strategi internet marketing yaitu sebagai berikut. 1. Membuat Website dan Blog Pada saat sekarang ini hampir semua bisnis sudah mempunyai website. Hal tesebut dikarenakan website merupakan online presence utama yang wajib dimiliki oleh suatu bisnis. Mengapa demikian? Berdsarkan hasil dari sebuah riset yang dilakukan oleh Verisign, sebanyak 84% konsumen lebih percaya pada bisnis yang sudah mempunyai website. Apabila dilihat dari segi fungsinya, website ini lebih fleksibel jika dibandingkan dengan sarana pemasaran yang lainnya. Hal tersebut dikarenakan perusahaan bisa membuat website sesuai dengan kebutuhan bisnisnya. Selain itu, perusahaan juga perlu untuk membuat blog dalam websitenya tersebut. Dalam hal ini blog bukan hanya sebagai sarana untuk hobi atau membuat jurnal saja. Melainkan, blog ini dapat digunakan sebagai sarana dalam internet marketing. Dalam pemasaran online, membuat blog bisa memberikan banyak manfaat untuk perusahaan. Pertama, pengunjung website bertambah. Dalam sebuh riset memperlihatkan bahwa bisnis yang mempunyai blog mampu meningkatkan jumlah pengunjung websitenya sebesar 55%. Kedua, mampu mendatangkan prospek bisnis. Dalam hal ini tentunya pengunjung blog belum tentu akan tertarik dengan produk yang ditawarkan perusahaan. Akan tetapi, perusahaan dapat membangun relasi atau hubungan dengan melalu konten. Apabila perusahaan mampu memberikan berbagai artikel yang bermanfaat bagi para pengunjung, tentunya mereka akan tertarik untuk mengikuti. Dengan demikian, perusahaan bisa mulai membangun hubungan timbal balik dengan mereka. Caranya adalah dengan menawarkan kepada para pengunjung untuk berlangganan konten melalui email. Dalam hal ini perusahaan akan mampu untuk mendapatkan database marketing yang sangat berharga. 2. Search Engine Optimization SEO Perlu kamu ketahui dalam pemasaran online mempunyai website dan membuat blog saja tidak lah cukup. Tanpa adanya optimalisasi, tentu saja akan kalah bersaing dengan website lainnya di mesin penelusuran. Supaya konten yang ada di website perusahaan berada pada halaman pertama dan yang paling atas di mesin penelusuran, maka sangat penting untuk perusahaan melakukan search engine optimization SEO. Dengan kata lain search engine optimization SEO adalah suatu proses meningkatkan visibilitas website di mesin pencari. Pada dasarnya SEO ini terdiri dari 2 bagian yaitu on page dan off page SEO. Setiap bagian tersebut tentu saja mempunyai teknik yang berbeda – beda. On page SEO adalah berbagai macam teknik optimasi search engine yang dilakukan dari dalam halaman atau konten. Teknik on page SEO misalnya seperti melakukan optimasi keyword, internal linking, serta pemakaian heading dan subheading. Sedangkan off page SEO adalah berbagai macam teknik optimasi search engine yang dilakukan dari luar halaman atau konten. Teknik off page SEO misalnya seperti external linking, share link content di media sosial, listing bisnis, dan lain sebagainya. Dalam hal ini peru diingat bahwa hasil dari SEO ini tidak akan langsung bisa dirasakan dalam waktu dekat. 3. Search Engine Marketing SEM Hampir sebagian orang yang mencari mengenai sebuah topi di mesin pencari terutama Google pernah menemukan tautan dengan label “iklan” seperti yang ada di gambar berikut ini. Itu merupakan contoh optimasi berbayar atau paid search result yang dilakukan dengan menggunakan strategi internet marketing SEM. Dalam melakukan SEM, perusahaan hanya perlu untuk melakukan riset keyword yang sesuai dengan bisnisnya. Dalam hal ini perusahaan bisa menggunakan tools keyword research seperti Ubersuggest maupun Ahrefs. Selanjutnya, perusahaan hanya perlu membayar kepada Google supaya menampilkan iklan situs pada setiap hasil penelusuran dengan menggunakan keyword yang sudah ditentukan. 4. Email Marketing Banyak orang yang mempunyai anggapan bahwa pemasaran dengan menggunakan email sudah ketinggalan zaman. Apalagi pada saat ini ada media sosial yang lebih sering dipakai oleh banyak orang untuk berkirim pesan. Perlu diketahui bahwa hal tersebut tidaklah benar. Sebuah riset yang dilakukan oleh McKinsey and Company memperlihatkan bahwa pemasaran menggunakan email ini 40% lebih efektif daripada menggunakan Facebook dan Twitter. Dalam hal ini terdapat 2 alasan yang melatarbelakangi hal tersebut, yaitu sebagai berikut. Pertama, sebanyak 73% konsumen menyatakan bahwa mereka lebih menyukai melakukan komunikasi dengan bisnis melalui email. Kedua, email dapat memungkinkan perusahaan untuk menciptakan atau membuat kampanye marketing yang lebih personal sesuai dengan target segmen pasar perusahaan. Selian itu, perusahaan juga bisa menuliskan nama target pasar atau calon konsumennya sebagai sebuah sapaan. Hal tersebut tentu saja akan membuat penerima email merasa diistimewakan dan besar kemungkinan penerima email akan ke tahapan commitment kepada perusahaan dan produknya. 5. Social Media Marketing SMM Pemasaran dengan menggunakan sosial media mungkin terlihat sederhana dibandingkan dengan strategi internet marketing lainnya. Akan tetapi dalam melakukan social media marketing ini perusahaan jangan asal – asalan. Supaya mendapatkan hasil yang maksimal, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu sebagai berikut. Lakukan analisa platform media sosial apa yang sering digunakan sebagian besar target pasar kamu. Cara yang paling mudah dan sederhana untuk mengetahui hal ini adalah dengan memperhatikan para pesaing. Apabila akun media sosial milik pesaing yang berada di suatu platform media sosial mempunyai banyak audience, maka kamu bisa memasrkan produk pada media sosial tersebut. Menentukan tujuan yang jelas. Ini sangat penting, agar setiap hal yang dilakukan menjadi terarah dan jelas. Misalnya seperti kamu inggin menggunakan Facebook untuk memperkenalkan bisnis kamu kepada target pasar. Dengan demikian, kamu perlu untuk mengurangi intensitas promosi dan mulailah untuk memperbanyak konten yang memperlihatkan citra bisnis kamu. Mengetahui waktu yang tepat melakukan posting konten. Dalam menggunakan media sosial sebagai sarana pemasaran, sangat penting untuk mengetahui kapan target audiens menggunakan media sosial. Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Hubspot, para pengguna Facebook pada umumnya online antara jam 11 sampai jam 12 siang pada hari kerja. Waktu tersebut adalah waktu emas bagi kamu untuk melakukan posting konten. Hal tersebut dikarenakan pada jam tersebut akan banyak target audiens yang akan melihat konten pemasaran yang kamu buat. Akhir Kata Demikianlah sedikit pembahasan tentang internet marketing. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan bisa menambah wawasan kamu. Jika ada kritik, saran, atau pertanyaan silahkan sampaikan saja dikolom komentar. Terimakasih. Proses marketing atau pemasaran adalah sesuatu yang mesti diperhatikan ketika seseorang atau suatu perusahaan hendak mengenalkan dan menawarkan produk atau jasanya kepada masyarakat. Tanpa marketing yang baik, produk atau jasa tertentu memiliki peluang kecil untuk dilirik oleh target pasar yang sudah diincar. Pengertian Marketing Ada beberapa pengertian marketing yang sudah pernah dipaparkan oleh para ahli. Namun, secara umum, marketing bisa diartikan sebagai rangkaian kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan konsumen. Menurut Kotler & Armstrong 2008, marketing atau pemasaran adalah proses di mana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalannya. Sementara, menurut Chaffey 2009, marketing adalah proses manajemen yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi, mengantisipasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan secara menguntungkan. Jenis Strategi Marketing Mengutp Accurate, terdapat beberapa jenis strategi marketing. Hal ini bermaksud, di antaranya untuk menganalisis kebutuhan bisnis, memahami target pasar, dan spesifikasi produk. Dua jenis utama strategi pemasaran adalah pemasaran bisnis ke bisnis business-to business/B2B dan pemasaran bisnis ke konsumen business-to-consumer/B2C. Bentuk marketing yang paling umum adalah B2C. Berikut beberapa jenis strategi marketing yang lazim dilakukan. 1. Mulut ke Mulut Strategi pemasaran mulut ke mulut termasuk yang terpenting. Sebab hal ini sepenuhnya bergantung pada kesan apa yang ditinggalkan oleh konsumen setelah mencoba produk tersebut. Ketika layanan yang diberikan berkualitas, konsumen tidak segan-segan untuk mempromosikannya dari mulut ke mulut. 2. Cause Marketing Jenis strategi pemasaran ini menghubungkan layanan dan produk perusahaan dengan penyebab atau masalah sosial tertentu. 3. Iklan Berbayar Iklan berbayar mencakup pendekatan tradisional, seperti televisi dan iklan media cetak. Seiring perkembang teknologi saat ini, salah satu pendekatan pemasaran yang cukup populer adalah pemasaran internet. 4. Undercover Marketing Jenis strategi marketing ini juga dikenal sebagai pemasaran siluman. Sebab, pemasaran produk yang dilakukan tidak diketahui oleh calon konsumen. 5. Pemasaran Internet Pemasaran ini dilakukan dengan mengedarkan produk di internet dan dipromisikan di berbagai platform dengan berbagai pendekatan. Tahapan Marketing Ada beberapa tahapan marketing yang mesti dilalui untuk memastikan produk siap dijual-belikan Ideation Mengembangkan ide adalah proses penting dalam tahapan marketing. Tentukan apa yang hendak dijual, berapa banyak pilihan yang tersedia, dan bagaiman cara menyajikannya kepada konsumen. Riset dan Pengujian Sebagai bahan pertimbangan sebelum memasarkan produk, biasanya dilakukan riset atau pengujian pasar. Hal ini dilakukan, di antaranya untuk mengukur minat konsumen, menyempurnakan ide, sampai menentukan harga produk. Periklanan Informasi yang telah diperoleh dari proses riset dapat digunakan untuk menentukan strategi penjualan dan membuat kampanye periklanan. Namun sebelum itu, tentukan tolak ukur konkret untuk mengukur efektivitas kampanye periklanan. Menjual Tentukan di mana dan bagaiman rencana untuk menjual produk kepada pelanggan. Konsep 4P dalam Marketing Meneruskan Glints, dalam buku "Basic Marketing A Managerial Approach 1960", McCarthy memperkenal suatu konsep marketing yang merupakan gabungan faktor penentu atau yang dapat memengaruhi setiap keputusan masyarakat terhadap produk atau jasa yang bereder. Konsep tersebut terdiri dari product, price, place, dan promotion. 1. Product Hal pertama yang mesti diperhatikan dalam marketing adalah produk yang hendak diedarkan. Produk dapat memengaruhi masyarakat dan hal ini tidak hanya sekadar membutuhkan produk atau jasa yang sudah jadi, namun juga bagaimana produk atau jasa tersebut ditampilkan. 2. Price Setelah produk, pemilik produk atau jasa mesti menentukan harga dari buah produksinya. Harga bisa ditentukan dengan memeriksa harga kompetitor atau melihat sejauh mana target pasar siap atau bersedia membayar demi produk atau jasa tersebut. 3. Place Place atau tempat mengacu pada proses distribusi dari barang atau jasa yang ditawarkan. Konsep ini menyangkut seberapa luas jangkauan produk dan jasa yang ditawarkan, siapa sasarannya, dan bagaimana agar calon pembeli bisa mendapatkan produk tersebut dengan mudah. 4. Promotion Promosi mencakup iklan, acara, atau diskon yang meningkatkan pemahaman terhadap produk serta mampu menarik minat calon pembeli untuk membeli produk. Tujuan Marketing Marketing dilakukan dengan berbagai tujuan, yang paling utama ialah meningkatkan penjualan. Dengan penjualan dan jumlah konsumen yang meningkat, suatu bisnis akan terus memeroleh modal untuk melanjutkan usahanya. Selain meningkatkan penjulan, marketing juga dilakukan untuk menghasilkan prospek, memeroleh pelanggan baru, mempertahankan pelanggan lama, up-sell and cross-sell, meningkatkan brand awarness, meningkatkan kepuasan pelanggan, meluncurkan produk atau solusi baru, re-brand atau re-position, hingga membuat lebih banyak orang berkunjung ke situs web. Internet marketing sedang trend saat ini, khususnya ketika banyak orang yang mulai bekerja dari rumah karena efek dari pandemi. Bahkan, sebagian dari mereka banyak yang banting stir menjadi imers dikarenakan mereka mendapatkan penghasilan lebih dari internet. Selain itu dengan internet marketing juga memberikan waktu luang lebih karena kita bisa bekerja lebih fleksibel. Namun, banyak sekali pemula yang masih bingung dari mana kita mulai belajar dan apa saja tahapan-tahapan yang harus di lalui. Nah di artikel kali ini mimin akan membagikan garis besar internet marketing secara singkat dalam bentuk penjelasan yang telah di rangkum. Simak artikel berikut ini… Secara sederhana, ada beberapa tahapan belajar internet marketing, antara lain sebagai berikut… 1. Temukan Passion Langkah paling awal yaitu menentukan tujuan dan menemukan passion. Bidang internet marketing apa yang anda sukai? Apa tujuan anda kedepannya dan bagaimana cara anda untuk meraihnya. Internet marketing itu sangat luas, mulai dari SEO, SEM, Email Marketing, Social Media Markering, dan masih banyak bidang lainnya. Untuk pemula, saya sarankan untuk mencoba beberapa bidang yang disukai karena dengan passion yang sesuai maka anda tidak akan mudah bosan dan lebih fokus dalam menjalankannya. 2. Pilih Flatform Pertama Seperti yang telah di singgung diatas, jika anda sudah menemukan bidang apa yang disukai selanjutnya yaitu memilih flatform pertama untuk praktek internet marketing. Misalnya anda suka menulis blog, maka anda bisa mencoba SEO atau SEM. Atau contoh lain anda menyukai facebook, maka anda bisa mulai mencoba belajar facebook ads. Tentukan flatform pertama anda, setelah berhasil di salah satu flatform, baru anda mencoba flatform lainnya. 3. Mulai Mencari Mentor atau Belajar Secara Otodidak Kita tidak bisa sehari langsung mahir dalam internet marketing, perlu proses yang cukup panjang. Jika anda ingin belajar dengan sedikit atau tanpa modal, anda bisa mempelajari internet marketing secara gratis di forum, grup diskusi atau youtube. Banyak sekali ilmu internet marketing legit dan daging yang bisa anda temukan. Namun, jika otodidak tentu membutuhkan waktu yang lebih lama dan anda harus pintar-pintar menentukan alur belajar agar sesuai tujuan. Jika anda memiliki modal, maka anda bisa mencari mentor atau praktisi internet marketing yang memang sudah berpengalaman dan bersedia membimbing anda hingga anda berhasil melakukan penjualan pertama. 4. Hasilkan Uang Pertama dari Internet Setelah anda belajar, anda wajib mempraktekan setiap ilmu yang di dapat. Entah itu dari sebuah ecourse atau hasil otodidak sendiri. Karena setiap anda praktek maka anda akan mendapatkan pengalaman dan ilmu yang berharga, semakin anda sering mempraktekan ilmu, maka anda akan menemukan sebuah pola tersendiri yang menjadikan anda mahir internet marketing di kemudian hari. 5. Upgrade Ilmu Secara Terus Menerus Jika anda sudah berhasil hidup dari internet, mendapatkan penghasilan yang cukup, maka anda jangan pernah berpuas diri, karena perkembangan teknologi khususnya internet marketing itu sangat cepat. Jika anda ketinggalan sedikit saja, maka bisa jadi anda akan gagal di kemudian hari karena ilmu yang biasa anda gunakan tidak berfungsi lagi. Algoritma merupakan musuh terbesar, dan jangan lupakan peraturan-peraturan flatform yang berubah secara dinamis. 6. Aktif di Forum dan Komunitas Jika anda sudah masuk ke tahap praktisi yang sukses, maka jangan lupa bahwa anda adalah manusia, yang merupakan makhluk sosial. Anda harus bermanfaat bagi lingkungan dan orang banyak termasuk di dunia internet marketing. Maka dari itu rajinlah berbagi di forum atau komunitas, jangan harapkan uang atau menjual ilmu anda, jika anda sudah sukses lebih baik bagikan ilmu secara gratis kepada semua orang. Maka anda akan mendapatkan suatu kepuasan yang sulit dijelaskan, selain itu hal ini dapat mendatangkan rezeki lebih, seperti channel yang meluas, branding anda meningkat dan tentunya anda menjadi terkenal. 7. Bangun Tim Setelah anda merasa kewalahan bekerja sendiri, sudah saatnya anda mentransfer ilmu anda ke orang lain, biarkan orang lain yang bekerja untuk anda. Saatnya anda menjadi pebisnis online. Anda cukup aktif dan terus mengupgrade ilmu untuk melakukan scale up bisnis dan membuka cabang bisnis lain. Di tahap ini anda bukan lagi seorang internet marketer, melainkan sudah menjadi seorang leader dan pebisnis online sukses. Kesimpulan Itulah beberapa tahapan dasar dalam belajar internet marketing. Semoga artikel in bermanfaat bagi anda. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan tinggalkan komentar di bawah.

tahapan membuat internet marketing setelah menentukan calon pembaca adalah